Selasa, 04 Maret 2014

SISTEMATIKA TUMBUHAN
Mengkudu
Kencur
Lidah Buaya













Francisca Aninda S. (138114142)
Immanuel Dyan Wasista Adi (138114150)
Monita Natalia Siregar (138114151)
Xaviersakti Adrimartja (138114163)




Contents
KATA PENGANTAR. 3
BAB 1. 3
A.     LATAR BELAKANG.. 4
B.      RUMUSAN MASALAH.. 5
C.      TUJUAN.. 5
BAB 2. 5
A.     TAKSONOMI 5
B.      TUMBUHAN YANG DITELITI 6
Mengkudu. 6
Kencur. 10
Lidah Buaya. 13
DAFTAR PUSTAKA.. 18




KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai Sistematika Tumbuhan.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.      Orangtua, atas semua doa untuk menyelesaikan makalah ini.
2.      Romo Wiryono selaku pembimbing.
3.      Semua pihak yang telah mencurahkan segala perhatian dan bantuannya selama dalam penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 

Yogyakarta, 28 Novemver 2013 




Penulis 







BAB 1

PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG


Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik (makhluk hidup) jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Flora dan fauna yang ada di bumi bentuknya beraneka ragam. Semua flora dan fauna tersebut pastinya sangat berguna bagi kelangsungan hidup manusia di bumi ini. Pada makalah kali ini kita akan terfokus pada pembahasan tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat untuk pengobatan herbal.

Tumbuhan merupakan gudang obat yang memiliki manfaat untuk berbagai penyakit.Pemanfaatan tanaman yang digunakan sebagai tumbuhan obat menyebabkan masyarakat lebih mengkonsumsi tanaman dibandingkan jika membeli obat modern. Botani merupakansalah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruhaspek biologi tumbuh-tumbuhan.Dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk mempelajari pertumbuhan,reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan komponenabiotik, serta evolusi tumbuhan. Botani mengkaji semua aspek dari tanaman, dari yangterkecil dan berbentuk paling sederhana sampai yang terbesar dan paling kompleks, darikajian tentang segala aspek tentang tanaman individu sampai interaksi kompleks dari berbagai anggota komunitas tanaman yang kompleks dengan lingkungan dan hewan. Dan pada saat ini kami akan membuat sebuah makalah tentang sistematika pada tumbuhan.Sistematika itu sendiri adalah ilmu yang secara ilmiah mempelajari keanekaragamanmakhluk hidup serta sejarah hubungan kekerabatan evolusi yang ada di antara mereka.Gabungan antara taksonomi dan filogenetika.Sedangkan Sistematika tumbuhan adalah ilmuyang berkaitan sangat erat dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematikatumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalamsistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain,taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen)tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh ini. Adapun sususansistematika tumbuhan yaitu dari yang terbesar ke yang terkecil yaitu :
1. Kingdom
2. Divisio
3. Class1
4. Ordo
5. Family
6. Genus
7. Spesies
Pada makalah ini kelompok kami akan membahas tentang sistematika tumbuhan yaitu pada tumbuhan Mengkudu, Kencur, Lidah buaya.

B.     RUMUSAN MASALAH


1.       Bagaimana taksonomi tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya ?
2.       Bagaimanakah morfologi tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya ?
3.       Dimanakah habitat tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya ?
4.       Apakah khasiat dan senyawa aktif dari tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya ?
5.       Bagaimana analisa philogeni tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya ?

C.     TUJUAN


1.       Mengetahui taksonomu tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya.
2.       Mengetahui morfologi tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya.
3.       Mengetahui habitat tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya.
4.       Mengetahui khasiat dan senyawa akrif dari tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya.
5.       Mengetahui analisa philogeni tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya.


 

BAB 2

ISI

A.     TAKSONOMI



Mengkudu
Kencur
Lidah Buaya
Kerajaan
Plantae
Plantae
Plantae
Divisi
Magnoliophyta
Magnoliophyta
Spermatophyta
Kelas
Magnoliopsida
Liliopsida
Monocotyledoneae
Ordo
Rubiales
Zingiberales
Asparagales
Famili
Rubiaceae
Zingiberaceae
Xanthorrhoeaceae
Genus
Morinda
Kaempferia
Aloe
Spesies
Morinda citrifolia L.
K. galanga
Aloe vera
                                                                                            
Analisa Philogeni 3 tanaman

Mengkudu
Kencur
Lidah Buaya
Ordo
Rubiales
Zingiberales
Asparagales
Famili
Rubiaceae
Zingiberaceae
Xanthorrhoeaceae
Berdasarkan nama ordo dan famili dari ketiga tanaman tersebut, kami dapat menganalisa umur tanaman tersebut dari yang paling tua ke yang paling muda menggunakan acuan dari....
Famili Rubiaceae adalah yang paling tua, selanjutnya disusul munculnya famili Zingiberaceae, baru yang terakhir Xanthorrhoeceae. Oleh karena itu, urutan tanaman dari  yang paling tua adalah Mengkudu, Kencur, Lidah Buaya.                                                                     

B.     TUMBUHAN YANG DITELITI


Mengkudu

mg_0074.jpg
A.    Taksonomi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan dengan pembuluh)
Divisi               : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Subdivisi         : Magnoliophyta (Tumbuhan dengan bunga)
Kelas               : Magnoliopsida yakni tumbuhan berkeping dua atau dikotil.
Subkelas          : Asteridae
Ordo                : Rubiales
Famili              : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus              : Morinda
Spesies            : Morinda citrifolia L.

B.     Habitat
Asal usul mengkudu tidak terlepas dengan keberadaan bangsa Polinesia yang menetap di Kepulauan Samudra Pasifik. Bangsa Polinesia dipercaya berasal dari (Asia Tenggara).

C.    Kandungan yang terdapat dalam tanaman mengkudu
Pada tahun 1993, para peneliti jepang, hiramatsu, imoto, koyano, dan umezewa berhasil mengisolasi senyawa damnacanthal dari buah mengkudu. Senyawa ini berfungsi sebagai anti kanker.
Selain mengandung senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya xeronin, proxeronin, serotin, dan zar antikanker, buah mengkudu juga mengandung vitamin C dalalm kadar tinggi, berbagai asam amino, protein, enzim, garam-garam mineral, dan sebagainya (Solomon, 1998). Kandungan berbagai macam zaat dan senyawa kima yang penting bagi tubuh manusia menjadikan buah mengkudu, terutama yang matang, dapat meningkatkan pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit, memperbaiki fungsi sel, dan mempercepat regerasi sel-sel yang rusak.
Buah mengkudu juga mengandung unsur-unsur gizi yang cukup tinggi.
No.
Jenis Unsur Gizi
Kadar
1.
Protein (g)
1,7
2.
Lemak (g)
0,6
3.
Karbohidrat (g)
25,2
4.
Kalsium (mg)
27
5.
Fosfor (mg)
20
6.
Besi (mg)
0,8
7.
Vitamin B1 (mg)
0,08
8.
Vitamin C (mg)
22
9.
Air (g)
71,5

D.    Khasiat Tanaman Mengkudu 

1.      Zat Anti-bakteri
Acubin, L. asperuloside, alizarin dan beberapa zat antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri. Zat-zat yang terdapat di dalam buah Mengkudu telah terbukti menunjukkan kekuatan melawan golongan bakteri infeksi: Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli.
Pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa kegiatan zat anti bakteri dalam buah Mengkudu dapat mengontrol dua golongan bakteri yang mematikan (pathogen), yaitu: Salmonella dan Shigella. Penemuan zat-zat anti bakteri dalam sari buah Mengkudu mendukung kegunaannya untuk merawat penyakit infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh bakteri.

2.      Asam
Asam askorbat yang ada di dalam buah Mengkudu adalah sumber vitamin C yang
luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas (partikel-partikel berbahaya yang terbentuk sebagai basil samping proses metabolisme, yang dapat merusak materi genetik dan merusak sistem kekebalan tubuh).
Asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah Mengkudu.

3.      Scopoletin
Pada tahun 1993, peneliti universitas Hawaii berhasil memisahkan zat-zat scopoletin
dari buah Mengkudu. Zat-zat scopoletin ini mempunyai khasiat pengobatan, dan sebagai tambahan para ahli percaya bahwa scopoletin adalah salah satu di antara zat-zat yang terdapat dalam buah Mengkudu yang dapat mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia.
Scopoletin berfungsi memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran darah. Selain itu scopoletin juga telah terbukti dapat membunuh beberapa tipe bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium sp dan juga bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.


4.      Zat Anti-kanker (Damnacanthal)
Beberapa penelitian terbaru tentang Mengkudu dilakukan untuk mengetahui kandungan zat-zat antikanker (damnacanthal ). Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti kanker pada ekstrak Mengkudu ketika mereka sedang mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur normal dari selsel abnormal K-ras-NRK (sel pra kanker) pada 500 jenis ekstrak tumbuhan. Ternyata zat anti kanker pada Mengkudu paling efektif melawan selsel abnormal.

5.      Xeronine dan Proxeronine
Salah satu alkaloid penting yang terdapat dalam buah Mengkudu adalah xeronine.
Xeronine dihasilkan juga oleh tubuh manusia dalam jumlah terbatas yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur fungsi protein di dalam sel. Xeronine ditemukan pertama kali oleh Dr. Ralph Heinicke (ahli biokimia). Walaupun buah Mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tetapi mengandung bahanbahan pembentuk (prekursor) xeronine, yaitu proxeronine dalam jumlah besar.
Proxeronine adalah sejenis asam koloid yang tidak mengandung gula, asam amino atau asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya dengan bobot molekul relatif besar, lebih dari 16.000. Apabila kita mengkonsumsi proxeronine maka kadar xeronine di dalam tubuh akan meningkat.
E.     Morfologi Tanaman Mengkudu
1.      Habitat            :  Mengkudu umum dijumpai pada ketinggian sampai 1500 m di daerah beriklim musim dan lembab, dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1500—3000 mm atau lebih. Pada daerah dimana mengkudu dibudidayakan, tanahnya biasanya terstruktur baik atau tanah yang mungkin kurang bagus. Kemampuan biji untuk mengapung menyebabkan persebarannya yang luas dan keberadaannya pada banyak pantai. Agen penyebarannya di daratan adalah kelelawar dan burung pemakan buah.

2.      Bentuk tanaman (habit) : Berkayu
3.      Akar (root) : Memiliki akar tunggang yang tertancap dalam.
4.      Batang (stem): Batangnya bengkok-bengkok berdahan kaku. Kulit batang coklat kekuningan, beralur dangkal, tidak berbulu, anak  cabangnya segi empat. Tajuknya hijau seprti daun.
5.      Daun : Daun mengkudu letaknya berhadap-hadapan. Daun berbentuk bulat telur sampai lanset dengan lebar 8-15 cm dan panjang 10-20 cm. Tepi daun bergelombang, ujung daun lancip. Pangkal daun berbentuk pasak, ukurannya 0,5-2,5 cm. Urat daun menyirip. Warna dun hinau mengilap, tidak berbulu.                  
6.      Inflorescene (tata letak bunga) : Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal
7.      Bunga : Berkelamin dua (homoseksual)                                
8.      Calyx (kelopak bunga) : kelopak berbentuk seperti tandan
9.      Corolla : Bunganya berwarna putih dengan bau harum.
10.   Androecium = Benangsari bertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua.
11.  Buah(fruit) : berbentuk lonjong dengan diameter hingga 10 cm.
12.  Biji  (seed) : Biji mengkudu berwarna hitam, memiliki albumen yang keras dan ruang udara yang tampak jelas.

Kencur                   


A.   Bunga Kencur.jpegTaxonomy

Divisi                     :Spermatophita
Sub Divisi             :Angiospermae
Kelas                     :Monocothyledoneae
Bangsa                  :Zingiberales
Suku                      :Zingiberaceae
Marga                    :Kaempferia
Jenis                      :Kaempferia galangal
images.jpegNama umum          :kencur(jawa)
Namalain             : : ceuko(aceh),tekur(gayo),kaciwer(batak),kopuk(mentawai),cakue(minangkabau),
cokur(lampung),kencur(melayu),cikur(sunda),kencur(jawa),kencor(madura),cekor(nusa tenggara),cekuh(bali),sikum(minahasa),humo poto(goron  talo),tukulo(bual), cakuru (makasar),eku(bugis),cekir(sumba).


Bangsa            : Zingiberales
Kebanyakan terdiri atas tumbuhan berumur panjang yang besar,berbatang basah dengan rimpang dan daun-daun yang besar,gundul,tidak berambut,dengan pelepah yang besar dan tangkai yang nyata dan tidak jarang beralur disisi atasnya.
Helaian daun biasanya asimetris,bertulang menyirip.Bunga umumnya besar dan berwarna menarik,banci,zigomorf,atau asimetris,berbilangan 3,mempunyai kelopak dan mahkota. Benang sari dalam 2 lingkaran,tiap lingkaran terdiri atas 3 benang sari dengan kepala sari,tetapi biasanya terjadi reduksi,sehingga biasanya hanya terdapat 1 benang sari yang fertile sedangkan lainnya staminoidal atau tidak ada.
Bakal buah tenggelam,kebanyakan beruang 3 dengan 1 bakal biji dalam tiap ruangnya. Biji sedikit atau tidak mempunyai endosperm besar.

Species            : Kaempferia galangal
Terna dengan daun-daun dalam siatu rozet yang terdapat pada tanah,dalam tanah yang subur cepat beranak,dalam musim kemarau kehilangan daun-daun yang segera harus dipaneni rimpangnya,sebab jika tidak rimpang itu akan lekas busuk di dalam tanah.
Rimpang berwarna putih,beraia-air dan rapuh,bau tidak sedap,dapat menyebabkan pusing kepala. Seperti Zingiberaceae lainnya,yang digunakan dari tumbuhan ini juga rimpangnya tadi,yang mengandung minyak atsiri pula antara lain terdiri atas “menthoxy-kneelzure acethyl ester” .

B.   Habitat
Tumbuh liar di tepi-tepi kebun, namun sekarang sudah banyak yang dibudidayakan, bahkan secara monokultur. Tumbuh subur di daerah tropis, di daerah yang banyak turun hujan, di dataran rendah sampai pegunungan. Tumbuh subur pada tanah yang berwarna hitam dan berpasir, ditempat yang sedikit terlindung. Banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Selain itu juga banyak ditanam di India, Malaysia, Taiwan, dan Cina (Tyler, 1976).
Bagian tumbuhan yang digunakan :
• Rimpang
• Daun

C.   Kandungan Dalam Kencur
Sel kencur dan rimpang kencur memiliki kandungan kimia sebagai berikut:
·         Pati (4,14 %)
·         Mineral (13,37 %)
·         Minyak atsiri (0,02 %), berupa :


o   Sineol
o   Asam metal kanil dan penta dekaan
o   Asam sinamat
o   Etil ester
o   Borneol
o   Kamphene
o   Paraeumarin
o   Asam anisat
o   Alkaloid
o   Gom


D.   Khasiat Kencur
Kencur terutama dipakai sebagai rempah-rempah dala m pembuatan beberapa jenis makanan dan kedua sebagai obat. Orang sunda memakan bagian muda di bawah tanah sebagai lalab. Kencur Dapat juga dioleskan pada bengkak-bengkak dan sakit reumatik otot. Di campur dengan tepung beras lalu dipersas airnya dapat digunakan sebagai obat batuk. Selain iti kencur juga dapat untuk obat sakit perut.
Pemanfaatan :


1.      Radang Lambung
2.      Radang Anak Telinga
3.      Influenza pada bayi
4.      Masuk Angin
5.      Sakit Kepala
6.      Batuk
7.      Diare
8.      Menghilangkan Darah Kotor
9.      Memperlancar Haid
10.  Mata Pegal
11.  Keseleo
12.  Menghilangkan Lelah.





E.   Deskripsi danMorfologi Tumbuhan

CIRI MORFOLOGI

1.      Habitat            : tumbuh subur di dataran rendah atau pegunungan yang  tanahnya gembur&tidak terlalu banyak air,dapat ditanam pada pot atau kebun yang cukup sinar matahari,tidak terlalu basah&di tempat terbuka.
2.      Bentuk tanaman (habit) : semak,semusim,tinggi 30-70cm
3.      Akar (root) : bergerombol,bercabang-cabang,serabut putih,cokelat gelap,berkesan mengkilap.
4.      Batang (stem): lunak,berpelepah,membentuk rimpang,hitam keabu-abuan.
5.       Daun : tunggal,lanset,ujung runcing,pangkal berpelepah,tulang menonjol,panjang kira-kira 70cm,hijau muda,jumlah  helaian daun tidak lebih dari 2-3lembar,dengan susunan berhadapan,bulat,melebar,ujung mengecil,berwana hijau gelap            
6.      Inflorescene (tata letak bunga) : Terletak di ujung atas suatu tangkai yang keluar dari ketiak daun dan bercabang
7.      Bunga : Majemuk,berbentuk tabung, ,benang sari,putik kecil,putih,tersusun dengan setengah duduk dengan mahkota bunga  berjumlah antara 4-12 buah,bibir bunga berwarna lembayung dengan warna putih dominan.           
8.      Calyx (kelopak bunga) : kelopak lanset,panjang kira- kira 4cm,lebar 2-3,5cm.
9.      Corolla : mahkota panjang 10- 19cm
10.  Androecium = hanya terdapat kepala sari saja yang letaknya di bagian lingkaran bunga yang menempel pada pangkal mahkota bunga. Kotak sari berjumlah 1 pasang yang menghimpit kepala putik.
11.  Gynaecium = letak tangkai putik di bagian tengah bunga atau tabung bunga yang berhubungan langsung dengan bakal buah/bakal biji. Seperti benang halus berwarna putih, terdapat lubang yang sangat kecil guna untuk lewatnya tepung sari menuju bakal buah. Panjang 2,14-2,55 cm.
12.   Buah(fruit) : memunyai daging buah lunak tidak berserat berwarna putih, kulit luar berwarna coklat.
13.  Biji (seed) : biji yang sudah tua dibungkus oleh seludang yang didalam-nya terdapat serbuk putih yang halus seperti tepung berwarna putih.
14. 
Formula bunga :


15.                        Diagram bunga:







Lidah Buaya


A.    Taksonomi
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom    : Tracheobionta (Tumbuhan dengan pembuluh)
Divisi               : Spermatophyta (Menghasilkan bebijian)
Subdivisi         : Magnoliophyta (Tumbuhan dengan bunga)
Kelas               : Liliopsida yakni tumbuhan berkeping satu atau monokotil.
Subkelas          : Liliidae
Ordo                : Liliflorae
Famili              : Liliaceae
Genus              : Aloe
Spesies            : Aloe vera L.


B.     Habitat
Lidah buaya merupakan tanaman asli Afrika, tepatnya di Ethopia, yang termasuk golongan liliaceae. Tanaman lidah buaya dapat tumbuh di daerah kering, seperti di Asia, Afrika, dan Amerika. Hal ini disebabkan lidah buaya dapat menutup stomata daun sampai rapat pada musim kemarau untuk menghalangi kehilangan air dari daunnya. Tanaman lidah buaya juga dapat tumbuh di daerah yang beriklim dingin. Tanaman lidah buaya sangatlah efisien dalam penggunaan air karena dari segi fisiologi termasuk dalam tanaman jenis CAM dan tahan terhadap kekeringan. Dan kami menemukan tanaman lidah  buaya ini di Indonesia, khususnya di kebun farmasi Universitas Sanata Dharma yang mempunyai iklim tropis.

C.    Kandungan yang terdapat dalam tanaman lidah buaya 

1.      Kadungan Berupa Cairan
Tanaman lidah buaya mengandung dua jenis cairan, yakni cairan bening seperti jeli dan cairan bewarna kekuningan yang mengandung aloin.
a.       Cairan bening seperti jeli
Jeli lidah buaya ini dapat di peroleh dengan membelah batang lidah buaya. Jeli mengandung zat antibakteri dan antijamur yang dapat menstimulasi fibroblast, yakni sel-sel kulit yang berfungsi menyembuhkan luka. Para ahli meyakini lidah buaya sangat mujarab karena mengandung salisilat, yakni zat peredan sakit dan antibengkak yang juga terdapat dalam aspirin.
b.      Eksudat atau cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin
Cairan berwarna kekuningan yang mengandung aloin ini berasal dari lateks yang terdapat di bagian luar kulit lidah buaya. Cairan ini tidak sama dengan jeli lidah buaya, dianggap cukup aman dan banyak dimanfaatkan sebagai obat pencahar komersial.
                                                                                                                                     
Komponen yang terkandung dalam lidah buaya sebagian besar adalah air yang mencapai 99,5% dengan total padatan terlarut hanya 0,49%, lemak 0,067%, karbohidrat 0,043%, protein 0,038 %, vitamin A 4,594 IU, dan vitamin  C 3,476 mg.
Zat-zat yang terkandung dalam lidah buaya
Manfaat lidah buaya beragam disebabkan kandungan bahan aktif yang dimilikinya seperti terlihat di table 2 dan 3
Tabel 1. Zat-zat yang terkandung dalam gel lidah buaya
                              Zat      
Kegunaan
Lignin
-Mempunyai kemampuan penyerapan yang tinggi, sehingga memudahkan peresapan gel ke kulit
Saporin
-mempunyai kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptic
-bahan pencuci yang sangat baik
Komplek anthraquinone aloin, barbaloin, anthranol, aloe emodin, anthracene, aleotic acid, ester asam sinamat, asam krisophanat, eteral oil, resistanol
-Bahan laksatif.
-penghilang rasa sakit, mengurangi racun.
-senyawa antibakteri.
-mempunyai kandungan antibiotik.
Vitamin B1, B2, niacinamida, B6, cholin, asam folat
-bahan penting untuk menjalankan fungsi tubuh secara normal dan sehat.
Enzim oksidase, amylase, katalase, lipase, protease
-Mengatur proses-proses kimia dalam tubuh.
-menyembuhkan luka dalam dan luar.
Mono dan polisakarida, selulosa, glukosa, mannosa, aldopentosa, rhamnosa
-memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
-berfungsi untuk memproduksi mucopolisakarida

                       Tabel 2. Komposisi kimia gel lidah buaya
Bahan
Kegunaan
Unsur
Konsentrasi (ppm)
Mineral







Asam amino















Protein
-memberi ketahanan terhadap penyakit, menjaga kesehatan dan memberikan vitalitas.
-berinteraksi dengan vitamin untuk mendukung fungsi- fungsi tubuh.



-Bahan untuk pertumbuhan dan perbaikan.
-untuk sintesa bahan lain.
-sumber energi.
Kalsium (Ca)
Fosfor (P)
Besi (Fe)
Magnesium (Mg)
Mangan (Mn)
Kalium (K)
Natrium (Na)
Tembaga (Cu)
Asam aspartat
Asam glutamate
Alanin
Isoleusin
Fenilalanin
Threonin
Prolin
Valin
Leusin
Histidin
Serin
Glisin
Methionin
Lysine
Arginin
Tryosin
tryptophan
458,00
20,10
1,18
60,80
1,04
797,00
84,40
0,11
43,00
52,00
28,00
14,00
14,00
31,00
14,00
14,00
20,00
18,00
45,00
28,00
14,00
37,00
14,00
14,00
30,00
0,1%
         


D.    Khasiat Lidah Buaya 
a.      Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
Hormone research melaporkan bahwa pemberian ½ sendok teh ekstrak lidah buaya kepada 5 orang dewasa penderita diabetes setiap hari  selama 14 minggu, menurunkan kadar gula pasien diabetes yang tidak tergantung dari insulin (DM tipe II) Hingga 45% tanpa perubahan berat badan.
b.      Menyembuhkan ambein dan radang tenggorokan
Ambeien (wasir) merupakan pembengkakan pembuluh darah balik di anus. Ambeien menyebabkan rasa nyeri dan pendarahan di poros anus. Menurut Dr. Suwijiyo pramono, Apt., pakar tanaman obat fakultas farmasi universitas gadjah mada, lidah lidah buaya dapat menyembuhkan penyakit ambeien dan radang tenggorokan karena sifatnya yang anti-iritasi dan anti-inflasi. Lidah buaya yang mengandung lender dan antrakuinon yang bersifat laksatif melancarkan pembuangan air besar, sehingga tidak membuat anus sakit. Dalam hal ini khasiat lidah buaya akan lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan daun handeuleun (daun ungu)
c.      Mengatasi gangguan pencernaan
Journal of alternative medicine memublikasikan efektivitas lidah buaya untuk mengatasi gangguan pencernaan. Jus lidah buaya ternyata mampu mengatur keasaman lambung, meningkatkan kerja lambung, dan menekan populasi mikroorganisme usus tertentu, termasuk yeast, serta menghilangkan sembelit dan luka dinding usus.
d.      Menghambat sel kanker
Japanese journal of cancer research melaporkan bahwa lidah buaya dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Sebuah penelitian terhadap 673 penderita kanker paru-paru di okiniwa, jepang, menunjukan bahwa kandungan senyawa lectin mencegah pertumbuhan sel kanker paru-paru, mengaktifkan makropage yang berperan melepas substansi pengaktifan kekebalan dan antikanker, seperti interferon, interleukins, dan faktor nekrosis tumor.
e.      Mencegah pembengkakan sendi
Menurut journal of the American pediatric medical association, lidah buaya dapat membantu mencegah encok (rematik) dan mengurangi peradangan persendian. Lidah buaya dilaporkan juga dapat menghambat reaksi autonimmune yang diakibatkan oleh penyakit encok(rematik).
f.      Berkhasiat Untuk Kesehatan Kulit
Dapat mengatasi masalah kulit yang di sebabkan cuaca, seperti kulit kering, kemerahan, mengelupas,dan iritasi ringan. Dapat memudarkan warna memar dan bintik—bintik hitam di kulit, mengatasi luka bakar ringan, sebagai krim penunda penuaan dini, dan dapat mengobati kutu air.
g.         Daging daun Lidah buaya juga dapat mengatasi masalah pada gusi.
h.         Daging daun Lidah buaya yang kaya akan berbagai macam antioksidan dapat membuat kekebalan tubuh kita meningkat dan menghindarkan kita dari banyak penyakit

E.     Morfologi Tanaman Lidah Buaya
1.      Habitat            :  tempat beriklim panas, dingin, maupun tropis. Pada awal mulanya lidah buaya berasal dari Afrika, namun sekarng sudah banya tumbuh di daerah iklim tropis seperti Indonesia.
2.      Bentuk tanaman (habit) : Perdu basah
3.      Akar (root) : Berakar serabut yang pendek. Panjangnya 50 – 100  cm dan berada di sekitar permukaan tanah
4.      Batang (stem): Batang berserat atau berkayu, pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah
5.       Daun : Daun-daunnya tebal dan berdaging, berwarna hijau keabuan, dan  tumbuh keatas, seperti pedang yang tajam.                          
6.      Inflorescene (tata letak bunga) : Terletak di ujung atas suatu tangkai yang keluar dari ketiak daun dan bercabang
7.      Bunga : Berkelamin dua(biseksual)                           
8.      Calyx (kelopak bunga) : berukuran 2-3 cm
9.      Corolla : Bunganya berwarna kuning atau kemerahan
10.   Androecium = jml benang sari : 3 tangkai benang sari dng warna putih kekuningan
11.  Gynaecium = jml kantong putik : 1 kantong putik yg tersembunyi
12.   Buah(fruit) : buah kotak, bulat licin, bergaris keras 2-2,5 mm.
13.  Biji  (seed) : kecil, keras, berbentuk ginjal, berwarna cokelat
14.   Formula bunga :
15.   Diagram bunga : . . . . . . . . . . . . . . .

















           

DAFTAR PUSTAKA


Bangun, A. P.,DR, MHA dan Saworno, B. Khasiat dan Manfaat Mengkudu. Jakarta: Agromedia   Pustaka, 2002.
Waha, Maria . Sehat Dengan Mengkudu . Jakarta : Agromedia Pustaka .
Tajoedin, Taufik H. Dan Ir. Hadi Iswanto . Mengebunkan Mengkudu Secara Intensif  . Jakarta :   Agromedia Pustaka
Rostita. 2008. Berkat Lidah Buaya. Qonita. Bandung. 104 h.
Sudarto. 1997. Lidah Buaya. Kanisius. Yogyakarta.
Wahjono, E. Dan Koesnandar. 2007. Mengebunkan Lidah Buaya Secara Intensif. Jakarta. AgroMedia Pustaka. 59 h.Daftar Pustaka
Anonim,1997,Materia Medika Indonesia,Jilid 1,Depkres RI,Jakarta.
Anonim,1985, Tumbuhan Obat Indonesia,Depkres RI,Jakarta.
Gembong,1994,Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan,Gajah Mada University Press.
Sari, P.R.,2001,Pembuatan Simplisia dan Isolasi Minyak Atsiri Rimpang Kencur (Kaempferia galangal),Skripsi, Universitas USD.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar