SISTEMATIKA TUMBUHAN
Mengkudu
Kencur
Lidah Buaya
Francisca Aninda S.
(138114142)
Immanuel Dyan Wasista
Adi (138114150)
Monita Natalia
Siregar (138114151)
Xaviersakti
Adrimartja (138114163)
Contents
KATA PENGANTAR
BAB 1
A. LATAR
BELAKANG
B. RUMUSAN
MASALAH
C. TUJUAN
BAB 2
A. TAKSONOMI
B. TUMBUHAN
YANG DITELITI
Mengkudu
Kencur
Lidah Buaya
DAFTAR PUSTAKA
KATA
PENGANTAR
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang
Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat
menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini
kami membahas mengenai Sistematika Tumbuhan.
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan
beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan
hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Orangtua, atas
semua doa untuk menyelesaikan makalah ini.
2. Romo Wiryono
selaku pembimbing.
3. Semua pihak yang telah mencurahkan
segala perhatian dan bantuannya selama dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang
mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk
memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
bagi kita sekalian.
Yogyakarta,
28 Novemver 2013
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Alam semesta
terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik (makhluk hidup)
jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran
rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan
sangat beraneka ragam. Flora dan fauna yang ada di bumi
bentuknya beraneka ragam. Semua flora dan fauna tersebut pastinya sangat
berguna bagi kelangsungan hidup manusia di bumi ini. Pada makalah kali ini kita
akan terfokus pada pembahasan tumbuhan yang mempunyai banyak khasiat untuk
pengobatan herbal.
Tumbuhan
merupakan gudang obat yang memiliki manfaat untuk berbagai penyakit.Pemanfaatan
tanaman yang digunakan sebagai tumbuhan obat menyebabkan masyarakat lebih
mengkonsumsi tanaman dibandingkan jika membeli obat modern. Botani
merupakansalah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam
mempelajari seluruhaspek biologi tumbuh-tumbuhan.Dalam botani dipelajari semua
disiplin ilmu biologi untuk mempelajari pertumbuhan,reproduksi, metabolisme,
perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan komponenabiotik, serta
evolusi tumbuhan. Botani mengkaji semua aspek dari tanaman, dari yangterkecil
dan berbentuk paling sederhana sampai yang terbesar dan paling kompleks,
darikajian tentang segala aspek tentang tanaman individu sampai interaksi
kompleks dari berbagai anggota komunitas tanaman yang kompleks dengan
lingkungan dan hewan. Dan pada saat ini kami akan membuat sebuah makalah
tentang sistematika pada tumbuhan.Sistematika itu sendiri adalah ilmu yang
secara ilmiah mempelajari keanekaragamanmakhluk hidup serta sejarah hubungan
kekerabatan evolusi yang ada di antara mereka.Gabungan antara taksonomi dan
filogenetika.Sedangkan Sistematika tumbuhan adalah ilmuyang berkaitan sangat
erat dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematikatumbuhan lebih
banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalamsistematika
bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi
lain,taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel
(spesimen)tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh
ini. Adapun sususansistematika tumbuhan yaitu dari yang terbesar ke yang
terkecil yaitu :
1.
Kingdom
2.
Divisio
3.
Class1
4.
Ordo
5.
Family
6.
Genus
7.
Spesies
Pada
makalah ini kelompok kami akan membahas tentang sistematika tumbuhan yaitu pada
tumbuhan Mengkudu, Kencur, Lidah buaya.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana taksonomi tumbuhan Mengkudu, Kencur,
dan Lidah Buaya ?
2.
Bagaimanakah morfologi tumbuhan Mengkudu,
Kencur, dan Lidah Buaya ?
3.
Dimanakah habitat tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan
Lidah Buaya ?
4.
Apakah khasiat dan senyawa aktif dari tumbuhan
Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya ?
5.
Bagaimana analisa philogeni tumbuhan Mengkudu,
Kencur, dan Lidah Buaya ?
C. TUJUAN
1.
Mengetahui taksonomu tumbuhan Mengkudu, Kencur,
dan Lidah Buaya.
2.
Mengetahui morfologi tumbuhan Mengkudu, Kencur,
dan Lidah Buaya.
3.
Mengetahui habitat tumbuhan Mengkudu, Kencur,
dan Lidah Buaya.
4.
Mengetahui khasiat dan senyawa akrif dari
tumbuhan Mengkudu, Kencur, dan Lidah Buaya.
5.
Mengetahui analisa philogeni tumbuhan Mengkudu,
Kencur, dan Lidah Buaya.
BAB 2
ISI
A. TAKSONOMI
|
|
Mengkudu
|
Kencur
|
Lidah Buaya
|
|
Kerajaan
|
Plantae
|
Plantae
|
Plantae
|
|
Divisi
|
Magnoliophyta
|
Magnoliophyta
|
Spermatophyta
|
|
Kelas
|
Magnoliopsida
|
Liliopsida
|
Monocotyledoneae
|
|
Ordo
|
Rubiales
|
Zingiberales
|
Asparagales
|
|
Famili
|
Rubiaceae
|
Zingiberaceae
|
Xanthorrhoeaceae
|
|
Genus
|
Morinda
|
Kaempferia
|
Aloe
|
|
Spesies
|
Morinda citrifolia L.
|
K. galanga
|
Aloe vera
|
Analisa Philogeni 3 tanaman
|
|
Mengkudu
|
Kencur
|
Lidah Buaya
|
|
Ordo
|
Rubiales
|
Zingiberales
|
Asparagales
|
|
Famili
|
Rubiaceae
|
Zingiberaceae
|
Xanthorrhoeaceae
|
Berdasarkan nama ordo dan famili dari ketiga
tanaman tersebut, kami dapat menganalisa umur tanaman tersebut dari yang paling
tua ke yang paling muda menggunakan acuan dari....
Famili Rubiaceae adalah
yang paling tua, selanjutnya disusul munculnya famili Zingiberaceae, baru yang
terakhir Xanthorrhoeceae. Oleh karena itu, urutan tanaman dari yang paling tua adalah Mengkudu, Kencur,
Lidah Buaya.
B. TUMBUHAN YANG DITELITI
Mengkudu
A.
Taksonomi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan dengan pembuluh)
Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Subdivisi : Magnoliophyta (Tumbuhan dengan bunga)
Kelas : Magnoliopsida yakni tumbuhan berkeping dua atau dikotil.
Ordo :
Rubiales
Famili : Rubiaceae (suku kopi-kopian)
Genus : Morinda
Spesies : Morinda citrifolia L.
B.
Habitat
Asal usul mengkudu tidak terlepas dengan
keberadaan bangsa Polinesia yang menetap di Kepulauan Samudra Pasifik. Bangsa
Polinesia dipercaya berasal dari (Asia Tenggara).
C.
Kandungan yang terdapat dalam
tanaman mengkudu
Pada
tahun 1993, para peneliti jepang, hiramatsu, imoto, koyano, dan umezewa
berhasil mengisolasi senyawa damnacanthal
dari buah mengkudu. Senyawa ini berfungsi sebagai anti kanker.
Selain
mengandung senyawa kimia yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya xeronin, proxeronin, serotin, dan zar antikanker,
buah mengkudu juga mengandung vitamin C dalalm kadar tinggi, berbagai asam
amino, protein, enzim, garam-garam mineral, dan sebagainya (Solomon, 1998).
Kandungan berbagai macam zaat dan senyawa kima yang penting bagi tubuh manusia
menjadikan buah mengkudu, terutama yang matang, dapat meningkatkan pertahanan
tubuh terhadap berbagai penyakit, memperbaiki fungsi sel, dan mempercepat
regerasi sel-sel yang rusak.
Buah
mengkudu juga mengandung unsur-unsur gizi yang cukup tinggi.
|
No.
|
Jenis Unsur Gizi
|
Kadar
|
|
1.
|
Protein (g)
|
1,7
|
|
2.
|
Lemak (g)
|
0,6
|
|
3.
|
Karbohidrat (g)
|
25,2
|
|
4.
|
Kalsium (mg)
|
27
|
|
5.
|
Fosfor (mg)
|
20
|
|
6.
|
Besi (mg)
|
0,8
|
|
7.
|
Vitamin B1 (mg)
|
0,08
|
|
8.
|
Vitamin C (mg)
|
22
|
|
9.
|
Air (g)
|
71,5
|
D.
Khasiat Tanaman Mengkudu
1.
Zat Anti-bakteri
Acubin, L. asperuloside, alizarin dan
beberapa zat antraquinon telah terbukti sebagai zat anti bakteri. Zat-zat yang
terdapat di dalam buah Mengkudu telah terbukti menunjukkan kekuatan melawan
golongan bakteri infeksi: Pseudonzonas aeruginosa, Proteus morganii, Staphylococcus
aureus, Bacillus subtilis dan Escherichia coli.
Pengujian selanjutnya menunjukkan
bahwa kegiatan zat anti bakteri dalam buah Mengkudu dapat mengontrol dua
golongan bakteri yang mematikan (pathogen), yaitu: Salmonella dan Shigella.
Penemuan zat-zat anti bakteri dalam sari buah Mengkudu mendukung kegunaannya
untuk merawat penyakit infeksi kulit, pilek, demam dan berbagai masalah
kesehatan yang disebabkan oleh bakteri.
2.
Asam
Asam askorbat yang ada di dalam buah
Mengkudu adalah sumber vitamin C yang
luar biasa. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang
hebat. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas
(partikel-partikel berbahaya yang terbentuk sebagai basil samping proses
metabolisme, yang dapat merusak materi genetik dan merusak sistem kekebalan
tubuh).
Asam kaproat, asam kaprilat dan asam
kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang
menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah Mengkudu.
3.
Scopoletin
Pada tahun 1993, peneliti universitas
Hawaii berhasil memisahkan zat-zat scopoletin
dari buah Mengkudu. Zat-zat scopoletin ini mempunyai khasiat
pengobatan, dan sebagai tambahan para ahli percaya bahwa scopoletin adalah
salah satu di antara zat-zat yang terdapat dalam buah Mengkudu yang dapat
mengikat serotonin, salah satu zat kimiawi penting di dalam tubuh manusia.
Scopoletin berfungsi memperlebar
saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan melancarkan peredaran
darah. Selain itu scopoletin juga telah terbukti dapat membunuh beberapa tipe
bakteri, bersifat fungisida (pembunuh jamur) terhadap Pythium sp dan juga
bersifat anti-peradangan dan anti-alergi.
4.
Zat Anti-kanker
(Damnacanthal)
Beberapa penelitian terbaru tentang
Mengkudu dilakukan untuk mengetahui kandungan zat-zat antikanker (damnacanthal ).
Empat ilmuwan Jepang berhasil menemukan zat anti kanker pada ekstrak Mengkudu
ketika mereka sedang mencari zat-zat yang dapat merangsang pertumbuhan struktur
normal dari selsel abnormal K-ras-NRK (sel pra kanker) pada 500 jenis ekstrak
tumbuhan. Ternyata zat anti kanker pada Mengkudu paling efektif melawan selsel
abnormal.
5.
Xeronine dan Proxeronine
Salah satu alkaloid penting yang
terdapat dalam buah Mengkudu adalah xeronine.
Xeronine dihasilkan juga oleh tubuh manusia dalam jumlah
terbatas yang berfungsi untuk mengaktifkan enzim-enzim dan mengatur fungsi
protein di dalam sel. Xeronine ditemukan pertama kali oleh Dr. Ralph Heinicke
(ahli biokimia). Walaupun buah Mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine,
tetapi mengandung bahanbahan pembentuk (prekursor) xeronine, yaitu proxeronine
dalam jumlah besar.
Proxeronine adalah sejenis asam koloid
yang tidak mengandung gula, asam amino atau asam nukleat seperti koloid-koloid
lainnya dengan bobot molekul relatif besar, lebih dari 16.000. Apabila kita
mengkonsumsi proxeronine maka kadar xeronine di dalam tubuh akan meningkat.
E.
Morfologi
Tanaman Mengkudu
1. Habitat :
Mengkudu umum dijumpai pada ketinggian sampai 1500 m di daerah beriklim
musim dan lembab, dengan curah hujan tahunan berkisar antara 1500—3000 mm atau
lebih. Pada daerah dimana mengkudu dibudidayakan, tanahnya biasanya terstruktur
baik atau tanah yang mungkin kurang bagus. Kemampuan biji untuk mengapung
menyebabkan persebarannya yang luas dan keberadaannya pada banyak pantai. Agen
penyebarannya di daratan adalah kelelawar dan burung pemakan buah.
2. Bentuk
tanaman (habit) : Berkayu
3. Akar
(root) : Memiliki akar tunggang yang tertancap dalam.
4. Batang
(stem): Batangnya bengkok-bengkok berdahan kaku. Kulit batang coklat
kekuningan, beralur dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya segi empat. Tajuknya hijau seprti
daun.
5. Daun : Daun mengkudu letaknya berhadap-hadapan. Daun
berbentuk bulat telur sampai lanset dengan lebar 8-15 cm dan panjang 10-20 cm.
Tepi daun bergelombang, ujung daun lancip. Pangkal daun berbentuk pasak,
ukurannya 0,5-2,5 cm. Urat daun menyirip. Warna dun hinau mengilap, tidak
berbulu.
6. Inflorescene
(tata letak bunga) : Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan
daun yang tumbuh normal
7. Bunga :
Berkelamin dua (homoseksual)
8. Calyx (kelopak
bunga) : kelopak berbentuk seperti tandan
9.
Corolla : Bunganya berwarna putih dengan bau harum.
10. Androecium = Benangsari bertancap di mulut
mahkota. Kepala putik berputing dua.
11. Buah(fruit)
: berbentuk lonjong dengan diameter
hingga 10 cm.
12. Biji (seed) : Biji mengkudu berwarna hitam,
memiliki albumen yang keras dan ruang udara yang tampak jelas.
Kencur
A.
Taxonomy
Divisi
:Spermatophita
Sub
Divisi
:Angiospermae
Kelas
:Monocothyledoneae
Bangsa
:Zingiberales
Suku
:Zingiberaceae
Marga
:Kaempferia
Jenis
:Kaempferia galangal
Nama
umum :kencur(jawa)
Namalain :
: ceuko(aceh),tekur(gayo),kaciwer(batak),kopuk(mentawai),cakue(minangkabau),
cokur(lampung),kencur(melayu),cikur(sunda),kencur(jawa),kencor(madura),cekor(nusa
tenggara),cekuh(bali),sikum(minahasa),humo poto(goron talo),tukulo(bual),
cakuru (makasar),eku(bugis),cekir(sumba).
Bangsa
: Zingiberales
Kebanyakan terdiri atas tumbuhan berumur panjang yang
besar,berbatang basah dengan rimpang dan daun-daun yang besar,gundul,tidak
berambut,dengan pelepah yang besar dan tangkai yang nyata dan tidak jarang
beralur disisi atasnya.
Helaian daun biasanya asimetris,bertulang menyirip.Bunga
umumnya besar dan berwarna menarik,banci,zigomorf,atau asimetris,berbilangan
3,mempunyai kelopak dan mahkota. Benang sari dalam 2 lingkaran,tiap lingkaran
terdiri atas 3 benang sari dengan kepala sari,tetapi biasanya terjadi
reduksi,sehingga biasanya hanya terdapat 1 benang sari yang fertile sedangkan
lainnya staminoidal atau tidak ada.
Bakal buah tenggelam,kebanyakan beruang 3 dengan 1 bakal
biji dalam tiap ruangnya. Biji sedikit atau tidak mempunyai endosperm besar.
Species
: Kaempferia galangal
Terna
dengan daun-daun dalam siatu rozet yang terdapat pada tanah,dalam tanah yang
subur cepat beranak,dalam musim kemarau kehilangan daun-daun yang segera harus
dipaneni rimpangnya,sebab jika tidak rimpang itu akan lekas busuk di dalam
tanah.
Rimpang
berwarna putih,beraia-air dan rapuh,bau tidak sedap,dapat menyebabkan pusing
kepala. Seperti Zingiberaceae lainnya,yang digunakan dari tumbuhan ini juga
rimpangnya tadi,yang mengandung minyak atsiri pula antara lain terdiri atas
“menthoxy-kneelzure acethyl ester” .
B.
Habitat
Tumbuh liar di tepi-tepi kebun, namun sekarang sudah banyak
yang dibudidayakan, bahkan secara monokultur. Tumbuh subur di daerah tropis, di
daerah yang banyak turun hujan, di dataran rendah sampai pegunungan. Tumbuh
subur pada tanah yang berwarna hitam dan berpasir, ditempat yang sedikit
terlindung. Banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Selain
itu juga banyak ditanam di India, Malaysia, Taiwan, dan Cina (Tyler, 1976).
Bagian tumbuhan yang digunakan :
•
Rimpang
•
Daun
C.
Kandungan Dalam
Kencur
Sel
kencur dan rimpang kencur memiliki kandungan kimia sebagai berikut:
·
Pati
(4,14 %)
·
Mineral
(13,37 %)
·
Minyak
atsiri (0,02 %), berupa :
o
Sineol
o
Asam
metal kanil dan penta dekaan
o
Asam
sinamat
o
Etil
ester
o
Borneol
o
Kamphene
o
Paraeumarin
o
Asam
anisat
o
Alkaloid
o
Gom
D.
Khasiat Kencur
Kencur terutama dipakai sebagai
rempah-rempah dala m pembuatan beberapa jenis makanan dan kedua sebagai obat.
Orang sunda memakan bagian muda di bawah tanah sebagai lalab. Kencur Dapat juga
dioleskan pada bengkak-bengkak dan sakit reumatik otot. Di campur dengan tepung
beras lalu dipersas airnya dapat digunakan sebagai obat batuk. Selain iti
kencur juga dapat untuk obat sakit perut.
Pemanfaatan :
1. Radang Lambung
2. Radang Anak Telinga
3. Influenza pada bayi
4. Masuk Angin
5. Sakit Kepala
6. Batuk
7. Diare
8. Menghilangkan Darah Kotor
9. Memperlancar Haid
10. Mata Pegal
11. Keseleo
12. Menghilangkan Lelah.
E.
Deskripsi
danMorfologi Tumbuhan
CIRI
MORFOLOGI
1.
Habitat : tumbuh subur di dataran rendah atau pegunungan yang
tanahnya gembur&tidak terlalu banyak air,dapat ditanam pada pot
atau kebun yang cukup sinar matahari,tidak terlalu basah&di tempat
terbuka.
2.
Bentuk tanaman (habit) : semak,semusim,tinggi 30-70cm
3.
Akar (root) : bergerombol,bercabang-cabang,serabut
putih,cokelat gelap,berkesan mengkilap.
4.
Batang (stem): lunak,berpelepah,membentuk
rimpang,hitam keabu-abuan.
5.
Daun : tunggal,lanset,ujung runcing,pangkal
berpelepah,tulang menonjol,panjang kira-kira 70cm,hijau muda,jumlah
helaian daun tidak lebih dari 2-3lembar,dengan susunan berhadapan,bulat,melebar,ujung
mengecil,berwana hijau gelap
6.
Inflorescene (tata
letak bunga) : Terletak di ujung atas suatu
tangkai yang keluar dari ketiak daun dan bercabang
7.
Bunga : Majemuk,berbentuk tabung, ,benang
sari,putik kecil,putih,tersusun dengan setengah duduk dengan mahkota
bunga berjumlah antara 4-12 buah,bibir bunga berwarna lembayung dengan
warna putih dominan.
8.
Calyx (kelopak bunga) : kelopak lanset,panjang kira- kira
4cm,lebar 2-3,5cm.
9.
Corolla : mahkota panjang 10- 19cm
10.
Androecium = hanya terdapat kepala sari saja yang letaknya di bagian
lingkaran bunga yang menempel pada pangkal mahkota bunga. Kotak sari berjumlah
1 pasang yang menghimpit kepala putik.
11.
Gynaecium = letak tangkai putik di bagian tengah bunga atau tabung bunga yang
berhubungan langsung dengan bakal buah/bakal biji. Seperti benang halus
berwarna putih, terdapat lubang yang sangat kecil guna untuk lewatnya tepung
sari menuju bakal buah. Panjang 2,14-2,55 cm.
12.
Buah(fruit) : memunyai
daging buah lunak tidak berserat berwarna putih, kulit luar berwarna coklat.
13.
Biji (seed) : biji yang
sudah tua dibungkus oleh seludang yang didalam-nya terdapat serbuk putih yang
halus seperti tepung berwarna putih.
14.
Formula bunga :
Formula bunga :
15.
Diagram bunga:
Lidah
Buaya
A.
Taksonomi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan dengan pembuluh)
Subdivisi : Magnoliophyta (Tumbuhan dengan bunga)
Kelas : Liliopsida yakni tumbuhan
berkeping satu atau monokotil.
Subkelas : Liliidae
Ordo : Liliflorae
Famili : Liliaceae
Genus : Aloe
Spesies : Aloe vera L.
B. Habitat
Lidah buaya
merupakan tanaman asli Afrika, tepatnya di Ethopia, yang termasuk golongan liliaceae.
Tanaman
lidah buaya dapat tumbuh di daerah kering, seperti di Asia, Afrika, dan
Amerika. Hal ini disebabkan lidah buaya dapat menutup stomata daun sampai rapat
pada musim kemarau untuk menghalangi kehilangan air dari daunnya. Tanaman lidah
buaya juga dapat tumbuh di daerah yang beriklim dingin. Tanaman lidah buaya
sangatlah efisien dalam penggunaan air karena dari segi fisiologi termasuk
dalam tanaman jenis CAM dan tahan terhadap kekeringan. Dan kami menemukan
tanaman lidah buaya ini di Indonesia,
khususnya di kebun farmasi Universitas Sanata Dharma yang mempunyai iklim
tropis.
C. Kandungan yang terdapat dalam tanaman lidah buaya
1.
Kadungan Berupa Cairan
Tanaman
lidah buaya mengandung dua jenis cairan, yakni cairan bening seperti jeli dan
cairan bewarna kekuningan yang mengandung aloin.
a.
Cairan bening seperti jeli
Jeli lidah
buaya ini dapat di peroleh dengan membelah batang lidah buaya. Jeli mengandung
zat antibakteri dan antijamur yang dapat menstimulasi fibroblast, yakni sel-sel
kulit yang berfungsi menyembuhkan luka. Para ahli meyakini lidah buaya sangat
mujarab karena mengandung salisilat, yakni zat peredan sakit dan antibengkak
yang juga terdapat dalam aspirin.
b.
Eksudat atau cairan berwarna
kekuningan yang mengandung aloin
Cairan
berwarna kekuningan yang mengandung aloin ini berasal dari lateks yang terdapat
di bagian luar kulit lidah buaya. Cairan ini tidak sama dengan jeli lidah
buaya, dianggap cukup aman dan banyak dimanfaatkan sebagai obat pencahar
komersial.
Komponen yang terkandung dalam lidah
buaya sebagian besar adalah air yang mencapai 99,5% dengan
total padatan terlarut hanya 0,49%, lemak 0,067%, karbohidrat 0,043%, protein
0,038 %, vitamin A 4,594 IU, dan vitamin C 3,476 mg.
Zat-zat yang terkandung dalam lidah buaya
Manfaat
lidah buaya beragam disebabkan kandungan bahan aktif yang dimilikinya seperti
terlihat di table 2 dan 3
Tabel 1. Zat-zat
yang terkandung dalam gel lidah buaya
|
Zat
|
Kegunaan
|
|
Lignin
|
-Mempunyai kemampuan penyerapan yang tinggi,
sehingga memudahkan peresapan gel ke kulit
|
|
Saporin
|
-mempunyai kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptic
-bahan pencuci yang sangat baik
|
|
Komplek anthraquinone aloin, barbaloin, anthranol,
aloe emodin, anthracene, aleotic acid, ester asam sinamat, asam krisophanat,
eteral oil, resistanol
|
-Bahan laksatif.
-penghilang rasa sakit, mengurangi racun.
-senyawa antibakteri.
-mempunyai kandungan antibiotik.
|
|
Vitamin B1, B2, niacinamida, B6, cholin, asam folat
|
-bahan penting untuk menjalankan fungsi tubuh secara
normal dan sehat.
|
|
Enzim oksidase, amylase, katalase, lipase, protease
|
-Mengatur proses-proses kimia dalam tubuh.
-menyembuhkan luka dalam dan luar.
|
|
Mono dan polisakarida, selulosa, glukosa, mannosa,
aldopentosa, rhamnosa
|
-memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
-berfungsi untuk memproduksi mucopolisakarida
|
Tabel 2. Komposisi kimia gel lidah buaya
|
Bahan
|
Kegunaan
|
Unsur
|
Konsentrasi (ppm)
|
|
Mineral
Asam amino
Protein
|
-memberi
ketahanan terhadap penyakit, menjaga kesehatan dan memberikan vitalitas.
-berinteraksi
dengan vitamin untuk mendukung fungsi- fungsi tubuh.
-Bahan
untuk pertumbuhan dan perbaikan.
-untuk
sintesa bahan lain.
-sumber
energi.
|
Kalsium
(Ca)
Fosfor (P)
Besi (Fe)
Magnesium
(Mg)
Mangan
(Mn)
Kalium (K)
Natrium
(Na)
Tembaga
(Cu)
Asam
aspartat
Asam
glutamate
Alanin
Isoleusin
Fenilalanin
Threonin
Prolin
Valin
Leusin
Histidin
Serin
Glisin
Methionin
Lysine
Arginin
Tryosin
tryptophan
|
458,00
20,10
1,18
60,80
1,04
797,00
84,40
0,11
43,00
52,00
28,00
14,00
14,00
31,00
14,00
14,00
20,00
18,00
45,00
28,00
14,00
37,00
14,00
14,00
30,00
0,1%
|
D. Khasiat Lidah Buaya
a.
Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
Hormone
research melaporkan bahwa pemberian ½ sendok teh ekstrak lidah buaya kepada 5 orang
dewasa penderita diabetes setiap hari selama 14 minggu, menurunkan kadar
gula pasien diabetes yang tidak tergantung dari insulin (DM tipe II) Hingga 45%
tanpa perubahan berat badan.
b.
Menyembuhkan ambein dan radang tenggorokan
Ambeien
(wasir) merupakan pembengkakan pembuluh darah balik di anus. Ambeien
menyebabkan rasa nyeri dan pendarahan di poros anus. Menurut Dr. Suwijiyo
pramono, Apt., pakar tanaman obat fakultas farmasi universitas gadjah mada,
lidah lidah buaya dapat menyembuhkan penyakit ambeien dan radang tenggorokan
karena sifatnya yang anti-iritasi dan anti-inflasi. Lidah buaya yang mengandung
lender dan antrakuinon yang bersifat laksatif melancarkan pembuangan air besar,
sehingga tidak membuat anus sakit. Dalam hal ini khasiat lidah buaya akan lebih
baik lagi jika dikombinasikan dengan daun handeuleun (daun ungu)
c.
Mengatasi gangguan pencernaan
Journal of
alternative medicine memublikasikan efektivitas lidah buaya untuk mengatasi
gangguan pencernaan. Jus lidah buaya ternyata mampu mengatur keasaman lambung,
meningkatkan kerja lambung, dan menekan populasi mikroorganisme usus tertentu,
termasuk yeast, serta menghilangkan sembelit dan luka dinding usus.
d.
Menghambat sel kanker
Japanese
journal of cancer research melaporkan bahwa lidah buaya dapat menekan pertumbuhan
sel kanker. Sebuah penelitian terhadap 673 penderita kanker paru-paru di
okiniwa, jepang, menunjukan bahwa kandungan senyawa lectin mencegah pertumbuhan
sel kanker paru-paru, mengaktifkan makropage yang berperan melepas
substansi pengaktifan kekebalan dan antikanker, seperti interferon,
interleukins, dan faktor nekrosis tumor.
e. Mencegah pembengkakan sendi
Menurut journal
of the American pediatric medical association, lidah buaya dapat membantu
mencegah encok (rematik) dan mengurangi peradangan persendian. Lidah buaya
dilaporkan juga dapat menghambat reaksi autonimmune yang diakibatkan
oleh penyakit encok(rematik).
f. Berkhasiat Untuk Kesehatan Kulit
Dapat mengatasi
masalah kulit yang di sebabkan cuaca, seperti kulit kering, kemerahan,
mengelupas,dan iritasi ringan. Dapat memudarkan warna memar dan bintik—bintik
hitam di kulit, mengatasi luka bakar ringan, sebagai krim penunda penuaan dini,
dan dapat mengobati kutu air.
g.
Daging daun Lidah buaya juga dapat mengatasi masalah
pada gusi.
h.
Daging daun Lidah buaya yang kaya akan berbagai macam
antioksidan dapat membuat kekebalan tubuh kita meningkat dan menghindarkan kita
dari banyak penyakit
E. Morfologi Tanaman Lidah Buaya
1.
Habitat :
tempat beriklim panas, dingin, maupun tropis. Pada awal mulanya lidah
buaya berasal dari Afrika, namun sekarng sudah banya tumbuh di daerah iklim
tropis seperti Indonesia.
2.
Bentuk tanaman (habit) : Perdu
basah
3.
Akar (root) : Berakar
serabut yang pendek. Panjangnya 50 – 100 cm dan berada di sekitar
permukaan tanah
4.
Batang (stem): Batang berserat
atau berkayu, pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena
tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah
5.
Daun : Daun-daunnya
tebal dan berdaging, berwarna hijau keabuan, dan tumbuh keatas, seperti pedang yang tajam.
6.
Inflorescene (tata letak
bunga) : Terletak di ujung atas suatu tangkai yang keluar
dari ketiak daun dan bercabang
7.
Bunga : Berkelamin
dua(biseksual)
8.
Calyx (kelopak bunga) : berukuran
2-3 cm
9.
Corolla : Bunganya berwarna
kuning atau kemerahan
10.
Androecium = jml benang sari : 3 tangkai benang sari dng warna putih
kekuningan
11.
Gynaecium = jml
kantong putik : 1 kantong putik yg tersembunyi
12.
Buah(fruit) : buah kotak, bulat licin,
bergaris keras 2-2,5 mm.
13.
Biji (seed) : kecil, keras, berbentuk ginjal,
berwarna cokelat
14.
Formula bunga :
15.
Diagram bunga : . . . . . . . . . . . . . . .
DAFTAR
PUSTAKA
Bangun, A. P.,DR,
MHA dan Saworno, B. Khasiat dan Manfaat Mengkudu. Jakarta: Agromedia Pustaka, 2002.
Waha, Maria . Sehat Dengan Mengkudu . Jakarta : Agromedia Pustaka .
Tajoedin, Taufik H. Dan
Ir. Hadi Iswanto . Mengebunkan Mengkudu Secara Intensif . Jakarta : Agromedia Pustaka
Rostita. 2008. Berkat Lidah Buaya. Qonita. Bandung.
104 h.
Sudarto. 1997. Lidah Buaya. Kanisius. Yogyakarta.
Wahjono, E. Dan Koesnandar. 2007. Mengebunkan Lidah
Buaya Secara Intensif. Jakarta. AgroMedia Pustaka. 59 h.Daftar Pustaka
Anonim,1997,Materia Medika Indonesia,Jilid 1,Depkres
RI,Jakarta.
Anonim,1985, Tumbuhan Obat Indonesia,Depkres
RI,Jakarta.
Gembong,1994,Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan,Gajah
Mada University Press.
Sari, P.R.,2001,Pembuatan Simplisia dan Isolasi
Minyak Atsiri Rimpang Kencur (Kaempferia galangal),Skripsi, Universitas USD.
http://www.thewildclassroom.com/biodiversity/floweringplants/Zingiberaceae.htm
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=137
http://balittro.litbang.deptan.go.id/ind/images/publikasi/bul.vol.19.no2/1-Bunga-Kencur-Haryudin.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar